Rumah Mobil Baju

Seperti halnya memilih kendaraan, baju, atau bahkan rumah,
kita juga perlu kritis memilih suplemen vitamin C. Sebab tidak semua suplemen vitamin C yang kita konsumsi efektif dan aman bagi tubuhmu.

Lalu, bagaimana kita bisa

kritis memilih vitamin c?

Rumah Mobil Baju

Seperti halnya memilih kendaraan, baju, atau bahkan rumah, kita juga perlu kritis memilih suplemen vitamin C. Sebab tidak semua suplemen vitamin C yang kita konsumsi efektif dan aman bagi tubuhmu.

Lalu, bagaimana kita bisa

kritis memilih vitamin c?

Pastikan suplemen vitamin C-mu
aman di lambung

Umumnya vitamin C bersifat asam sehingga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung. Tingkat keasaman vitamin C ditunjukkan dari kadar pH-nya. Semakin pH mendekati air (pH=7), semakin aman suplemen vitamin C bagi lambungmu.

Dosis tinggi bukan jaminan,
pilih dosis yang tepat

Dalam kondisi normal tubuh bisa menyerap vitamin C dengan efektif hingga 250mg per hari. Dosis yang lebih dari itu tidak berpengaruh banyak terhadap kadar vitamin C dalam tubuh. Bahkan sebuah penelitian membuktikan, semakin tinggi dosis vitamin C yang masuk ke tubuh, semakin tinggi pula persentase jumlah yang terbuang. Karena itu, dosis tinggi bukanlah jaminan vitamin C terserap lebih banyak.

Cari vitamin C yang dapat diserap tubuh secara optimal

Tidak semua vitamin C dapat diserap secara optimal oleh tubuh. Vitamin C biasa hanya dapat terserap sedikit dan sisanya terbuang lewat urin.

Pilih suplemen vitamin C dengan metabolit threonat, sehingga dapat diserap tubuh dengan optimal.

Lebih cepat diserap, itu lebih baik

Agar bisa diserap, vitamin C diolah tubuh menjadi metabolit. Di proses ini, tidak semua vitamin C yang masuk sempat diolah. Vitamin C yang tidak sempat diolah itu akan dibuang melalui urin.

Sebaiknya kita memilih vitamin C dengan metabolit threonat agar mudah dan cepat diserap tubuh.

Pilih suplemen vitamin C yang mampu bertahan lama dalam tubuh

Vitamin C biasa dapat bertahan dalam tubuh selama 4 jam lalu mengalami penurunan.

Cari vitamin C yang mampu bertahan dalam tubuh selama 24 jam. Biasanya suplemen tersebut adalah suplemen vitamin C dengan metabolit threonat.

Pilih yang rendah risiko batu ginjal

Mengonsumsi vitamin C dosis tinggi secara terus menerus berpotensi menimbulkan pengendapan oksalat di ginjal. Oksalat adalah sisa metabolit vitamin C yang tidak terserap sempurna dan berpotensi menyebabkan penyakit batu ginjal (kalsium oksalat).

Mau tahu suplemen vitamin C yang ideal untukmu?